Portfolio

Portfolio — dari bahasa Italia portafoglio (tas dokumen), diserap ke bahasa Inggris dan Indonesia — dalam konteks pengadaan dan badan usaha jasa konstruksi merujuk pada kumpulan dokumentasi pengalaman pekerjaan yang telah diselesaikan, digunakan sebagai bukti kompetensi teknis dalam proses kualifikasi tender. Dalam sistem SPSE/SIKaP, portfolio pengalaman diunggah oleh penyedia dan diverifikasi pokja melalui dokumen kontrak dan BAST.

Persyaratan pengalaman dalam dokumen pemilihan umumnya dinyatakan sebagai: pernah menyelesaikan pekerjaan sejenis dengan nilai minimal sekian persen dari HPS dalam kurun waktu tertentu. Portfolio yang tidak didukung oleh dokumen kontrak dan BAST yang autentik tidak dapat diperhitungkan dalam evaluasi kualifikasi — klaim pengalaman tanpa bukti merupakan pernyataan tidak benar yang berpotensi berujung pada sanksi blacklist.

Bagi badan usaha yang baru berdiri atau beralih ke subklasifikasi baru, ketiadaan portfolio menjadi hambatan struktural mengikuti tender pemerintah. Strategi yang lazim ditempuh secara sah adalah: bermitra dalam KSO dengan perusahaan berpengalaman, mengerjakan subkontrak dari kontraktor utama untuk membangun rekam jejak, atau mengikuti paket-paket kecil dalam kualifikasi awal untuk membangun portfolio secara bertahap sebelum naik ke kualifikasi lebih tinggi.